Sumatera Utara, 15 April 2018, Menyambut kedatangan wayang FCTC (Framework Convention on Tobacco Control) atau traktat pengendalian tembakau global di Tanah Batak, Forum Anak Kota Medan dan Binjai berkolaborasimementaskan wayang FCTC Warrior.

Pentas wayang digelar di Lapangan Merdeka Binjai, Sumatera Utara, kemarin 14/4/2018). “Melalui pementasan wayang FCTC kami menyampaikan pesan tentang bahaya rokok dan pentingnya FCTC untuk perlindungan anak dari dampak rokok,” kata Chesa Syaqira, warrior FCTC kota Medan.

“Kami juga menyampaikan pesan dukungan anak muda kepada Walikota Medan dan Binjai untuk mewujudkan Medan dan Binjai Kota Layak Anak tanpa asap rokok dan iklan rokok,” tambah pegiat Forum Anak Medan ini.

Chesa menjelaskan, media wayang dipilih untuk menyuarakan pesan yang edukatif dan menghibur tanpa kesan menggurui. “Karena disesuaikan dengan audiens kami yang mayoritas anak-anak, supaya mereka bisa memahami pesan tentang bahaya rokok dengan bahasa sederhana,” ujarnya.

Forum Anak Medan dan Binjai, kata Chesa, terus menyuarakan pesan bahaya rokok mengingat jumlah perokok anak di Indonesia terus meningkat. Chesa mengutip data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 bahwa jumlah perokok di bawah usia 19 tahun mencapai 16,4 juta orang. Kecenderungan usia merokok kian bergeser ke umur yang lebih muda, dimana di kelompok usia 10-14 tahun, tren merokok meningkat 2 kali lipat hanya dalam jangka kurang dari 20 tahun.

Chesa, yang juga sebagai Fasilitator Forum Anak Nasional, menjelaskan pemerintah masih belum maksimal memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat, khususnya anak-anak, akibat konsumsi rokok. “Buktinya, hingga saat ini Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia yang belum meratifikasi FCTC. Padahal FCTC bertujuan melindungi generasi sekarang dan mendatang dari kerusakan kesehatan, lingkungan dan ekonomi karena konsumsi tembakau dan paparan asap rokok,” tegas Pembaharu Muda kota Medan ini.

Dukungan Kota Layak Anak


Selain menyuarakan pesan FCTC, Forum Anak Kota Medan dan Binjai juga mendeklarasikan dukungan Kota Layak Anak tanpa asap rokok dan iklan rokok.

“Untuk mewujudkan Kota Medan dan Binjai Layak Anak harus dipenuhi sejumlah indikator. Salah satunya adalah indikator klaster kesehatan tentang ketersediaan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan adanya pelarangan iklan, promosi dan sponsor rokok,” kata Chesa.

Mahasiswi Universitas Negeri Medan ini menjelaskan, kota Medan misalnya, sudah memiliki Perda KTR nomor 3 tahun 2014. “Tapi kami melihat pelaksanaan Perda KTR di Medan masih belum maksimal karena kami masih menemukan orang merokok di wilayah KTR,” ujarnya.

Karenanya, Chesa bersama  Forum Anak Medan mendukung Pemkot Medan untuk  menegakkan Perda KTR dengan menertibkan dan memberi sanksi bagi mereka yang masih merokok di wilayah KTR.

Menuju Kota Labuhan Batu
Kota Medan menjadi kota ketujuh belas yang didatangi Wayang FCTC dalam rangkaian “Petualangan 365 Hari FCTC Warrior di 25 Kota”. Sebelumnya Wayang FCTC sudah melalui kota Tangerang Selatan, Bogor, Bandung, Pekalongan, Semarang, Yogyakarta, Jember, Tabanan, Badung, Mataram, Sumbawa, Banggai, Palu, Banjarmasin dan Banda Aceh. 

Setelah Medan, Wayang FCTC Warrior akan diperjalankan kembali dalam rangkaian Petualangan 365 hari fctc warrior di 25 kota. Kota Labuhan Batu  sudah menunggu untuk menerima estafet kedelapan belas Wayang FCTC Warrior.

Ingin tahu aksi dan petualangan FCTC Warrior di kota berikutnya? Nantikan berita dari rangkaian Petualangan FCTC Warrior di 25 Kota di Indonesia.